• Komunikasi lintas budaya dalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis baik komunikasi verbal/non verbal dengan memperhatikan faktor-faktor budaya di suatu daerah/wilayah atau Negara
  • Proses mengirimkan dan menerima pesan-pesan antar orang-orang yang latar belakang budayanya dapat membawa mereka mengartikan tanda-tanda verbal/non verbal dengan cara berbeda.

 

Pentingnya Komunikasi Lintas Budaya

  • Era globalisasi
  • ANgkatan kerja yang

 

Definisi budaya

  • Sekumpulan pengalam hidup yang ada dalam masyarakat mereka sendiri (Lehman dkk)
  • Tipikal karakteristik perilaku dalam suatu kelompok (Murphy dkk)
  • Pemrograman kolektif atas pikiran yang membedakan anggota-anggota suatu kategori orang dari kategori lainnya (Hafstede)
  • Budaya mencakup : sekumpulan pengalaman hidup, pemrograman kolektif, system sharing dan tipikal karakteristik individu yang ada dalam suatu masyarakat (sistem nilai, norma, symbol-simbol dan kepercayaan)
  • Budaya : suatu sistem yang dimiliki bersama yang terdiri dari symbol kepercayaan, sikap, nilai, harapan, dan norma perilaku.

Latar belakang budaya suatu kelompok/masyarakat berpengaruh pada :

  • Cara menentukan prioritas penting dalam hidupnya
  • Mendefinisikan sikap yang pantas dalam situasi tertentu
  • Menetapkan aturan-aturan perilaku
    • Setiap orang merupakan bagian dari beberapa budaya setiap orang termasuk bagain dari kelompok budaya lain ( kelompok etnik, agama, profesi yang memiliki bahasa dan kebiasaan khusus sendiri)
    • Semua anggota suatu budaya memiliki asumsi sama tentang : bagaimana seharusnya orang berfikir, berkelakuan dan berkomunikasi -> mereka cenderung bertindak dari asumsi dengan cara yang sama
    • Masing-masing budaya berbeda dalam hal : tingkat perubahan, tingkat kompleksitas, tingkat toleransi pada orang luar -> berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan dan tingkat keterbukaan yang dapat dicapai ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya yang berbeda
    • AS dan Indonesia memiliki budaya yang lebih heterogen dibandingkan Jepang dan Cina yang homogeny
    • Orang belajar budaya secara langsung/tidak langsung dari anggota lain dalam kelompoknya

Komponen budaya

  • Lehman dkk -> nilai, norma, symbol, bahasa dan pengetahuan
  • Mitchell -> bahasa, kepercayaan/keyakinan, sopan santun, adat istiadat, seni, pendidikan, humor, dan organisasi sosial.
  • Cateora -> Budaya material, lembaga sosial, sistem kepercayaan, estetika, bahasa
  • Budaya material -> tehnologi dan ekonomi
  • Oraganisasi sosial -> cara seseorang berhubungan dengan oragnisasi lain, mengorganisasi kegiatan mereka untuk hidup harmonis dengan organisasi, mewariskan perilaku untuk generasi berikutnya
  • Sistem kepercayaan/keyakinan -> berpengaruh terhadap sistem nilai, kebiasaan, cara pandang terhadap hidup dan kehidupan, produk yagn dikonsumsi, cara membeli produk dll.
  • Estetika -> berkaitan dengan seni, dongeng, hikayat, music, drama, tari
  • Bahasa -> untuk memperoleh empati dan simpati organisasi lain

TINGKATAN BUDAYA

  • Formal : budaya suatu masyarakat yang bersifat turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya
  • Informal : budaya yang diterapkan dari satu generasi dan generasi berikutnya melalui apa yang didengar/dilihat/digunakan/dilakukan tanpa diketahui alasannya. Mis. Kebiasaan rapat molor, janur kuning, dll.
  • Tekhnis -> ada penjelasan logis

MENGENAL PERBEDAAN BUDAYA

  • Nilai sosial
  • Peran dan status
  • Pengambilan keputusan
  • Kensep waktu
  • Konsep ruang /jarak
  • Konteks budaya
  • Bahasa tubuh
  • Perilaku sosial
  • Perilaku etnis
  • Perbedaan budaya perusahaan

-> era golabalisasi  -> diperhatikan agar terhindar dari kesalahan berkomunikasi

MEMAHAMI SENSITIFITAS ANTAR BUDAYA

  • Memahami konsep budaya

Budaya adalah sistem yang dimiliki bersama yang terdiri dari symbol, sikap, nilai, harapan dan norma perilaku

  • Mengatasi etnosentrisme dan Stereotip

Etnosentris

Stereotip : member berbagai macam atribut yang digeneralisasi kepada seorang individu atas dasar keanggotaan individu tidak dalam suatu kelompok budaya/sosial tertentu, tanpa melihat karakteristik individual tersebut (tidak mengakui individualitas)

Mis. Stereotip umur -> orang muda dianggap tidak mampu memimpin, orang tua tidak sensitive terhadap selera muda

Agar komunikasi efektif, hormati organisasi lain dengan menerapkan faham pluralism budaya, yaitu suatu praktek menerima suatu budaya apa adanya -> hidari asumsi, jangan menghakimi, akui perbedaan.

About Handia Fahrurrozi

Bebas namun beraturan, kegagalan adalah keberhasilan yang tidak diperjuangkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s