PENDAHULUAN

Wilayah Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu dari beberapa wilayah di Indonesia yang  memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah. Tanah yang subur, daerah yang kaya akan mineral dan tambang, laut yang kaya akan mutiara, wilayah sabana yang luas untuk perternakan, memiliki pantai yang sangat indah dan kondisi sosial masyarakat yang harmonis. Dengan kekayaan sumber daya alam yang sangat berlimpah ruah sudah seseharusnya daerah tersebut menjadi daerah yang sangat makmur.

Dari sector pertanian contohnya Nusa Tenggara Barat dengan julukannya sebagai “Bumi Gogo Rancah (Gora)” semakin menegaskan eksistensi wilayah ini yang sangat kuat dalam pertanian. Istilah gogo rancah adalah istilah yang digunakan untuk suatu sistem penanaman padi pada lahan yang kering. Bahkan, kita sempat menjadi wilayah dengan swasembada beras untuk seluruh wilayah Indonesia.

Dari sector pertambangan dan mineral, wilayah Nusa Tenggara Barat yang  terdiri dari dua pulau besar yakni Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, menyimpan sumber daya mineral yang sangat melimpah ruah, pulau Lombok memiliki tambang emas yang sangat melimpah di daerah sekotong dan sekitarnya sedangkan di pulau Sumbawa dengan daerah Buit Batu di wilayah Sumbawa Barat.

Di tambah lagi dengan di sepanjang pantai wilayah selatan pulau Lombok yang kaya akan mutiara, sedangkan wilayah sebelah barat pulau Lombok merupakan tujuan wisata yang sangat bagus, bahkan bisa disamakan dengan keindahan tujuan wisata yang ada di pulau dewata. Belum lagi dengan beberapa wilayah gili yang menawarkan keindahan pantai dan pasir putihnya yang sangat di minati wisatawan merupakan sumber pendapatan menjanjikan.

Dengan keberlimpahan sumber daya alam yang begitu tinggi, sudah seharusnya wilayah Nusa Tenggara Barat menjadi wilayah yang makmur dan sejahtera. Namun, fakta yang kita dapati di lapangan ternyata sangat berbeda dengan asumsi yang kita buat. Untuk kita ketahui bersama bahwa menurut Data dari BPS jumlah masyarakat miskin di wilayah Nusa Tenggara Barat mencapai 852.640 orang (18,63 persen) dan 110.542 orang, yang di tunjang dengan tingkat IPM Nusa Tenggara Barat yang tidak begitu baik. Tentunya kita akan bertanya, kenapa ini bisa terjadi, di tengah berlimpah ruangnya sumber daya alam dan faktor penunjang lainnya untuk kita bisa menjadi masyarakat yang sejahtera kenapa yang terjadi justru sebaliknya?

Dalam tulisan ini, akan memberikan sedikit eloborasi antara pengaruh sumber daya alam yang melimpah terhadap data/fakta yang terjadi. Namun, sebelumnya kami akan mencoba untuk memberikan dahulu teori-teori yang sudah berlaku umum tentang kemiskinan, penyebab, dampak dan akibatnya.

 

 

LANDASAN TEORI

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global.

Mengukur Kemiskinan

Kemiskinan bisa dikelompokan dalam dua kategori , yaitu Kemiskinan absolut dan Kemiskinan relatif. Kemiskinan absolut mengacu pada satu set standard yang konsisten , tidak terpengaruh oleh waktu dan tempat / negara. Sebuah contoh dari pengukuran absolut adalah persentase dari populasi yang makan dibawah jumlah yg cukup menopang kebutuhan tubuh manusia (kira kira 2000-2500 kalori per hari untuk laki laki dewasa).

 

Kemiskinan Dunia

Deklarasi Copenhagen menjelaskan kemiskinan absolut sebagai “sebuah kondisi yang dicirikan dengan kekurangan parah kebutuhan dasar manusia, termasuk makananair minum yang aman, fasilitas sanitasi, kesehatan, rumah, pendidikan, dan informasi.”

Penyebab Kemiskinan

Kemiskinan banyak dihubungkan dengan:

  • penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin;
  • penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga;
  • penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar;
  • penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi;
  • penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.

Meskipun diterima luas bahwa kemiskinan dan pengangguran adalah sebagai akibat dari kemalasan, namun di Amerika Serikat (negara terkaya per kapita di dunia) misalnya memiliki jutaan masyarakat yang diistilahkan sebagai pekerja miskin; yaitu, orang yang tidak sejahtera atau rencana bantuan publik, namun masih gagal melewati atas garis kemiskinan.

 

 

ANALISIS STUDY KASUS

Dalam landasan teori di atas kita dapat menemukan bahwa salah satu penyebab utama terjadinya kemiskinan adalah prilaku dari masyarakat itu sendiri. Hal ini merupakan salah satu jawaban yang paling relevan jika kita membandinkan dengan kondisi sumber daya alam kita yang begitu melimpah ruah. Salah satu alasan yang mungkin dapat membuat begitu besarnya sumber daya alam, namun penduduknya tetap berada dalam kemiskinan adalah karena faktor  kemalasan.

Malas yang terjadi pada diri pribadi atau kelompok masyarakat yang ada di wilayah Nusa Tenggara Barat dapat kita kelompokan lagi menjadi lebih spesifik lagi penyebabnya, yakni karena faktor diri sendiri dan karena faktor lingkunganya. Faktor lingkungan yang dimaksud adalah paradigma atau pola pikir dari masyarakat itu sendiri, sebagaimana kita ketahui di Nusa Tenggara Barat pada umumnya memiliki tradisi memberikan atau membagikan makanan kepada masyarakat yang lain. Sehingga tidak ada masyakat NTB yang kwatir tentang masalah makanannya, ini di tambah lagi dengan sebagian besar petani kita merupakan petani awam, yang belajar secara turun temurun sehingga dalam kegiatan pertanian tersebut tidak terlalu memikirkan sisi ekonominya. Keberlimpahan sumber daya alam ini, justru membuat sebagian besar dari masyarkat kita menjadi terlena sehingga mereka lupa untuk mempersiapkan untuk masa depannya.

Faktor lain yang menjadi penyebab besarnya angka kemiskinan di Nusa Tenggara Barat adalah faktor Sumber Daya Manusia. Ketidakmampuan sumber daya manusia yang ada di wilayah ini untuk memaksimalkan potensi alam yang dimiliki juga berperan besar dalam menciptakan angka kemiskinan yang begitu besar. Terlena dengan sumber daya alam membuat sebagian besar orang tua kita tidak didukung oleh pendidikan yang layak, sehingga pengetahuan yang minim dapat menimbulkan akibat yang sangat fatal. Salah satu contohnya dari sisi pertanian misalnya masyarakat kita banyak memiliki lahan yang sangat strategis untuk pertanian, namun karena ketidakmampuan tersebut mereka menjualnya dan yang lebih parah lagi mereka “bekerja” di lahan yang dulunya adalah milik mereka. Dari segi pertambangan, kita tentu dapat melihat bagaimana berjayanya Newmont di wilayah Sumbawa, namun itu tidak memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap masyarakat yang ada di sekitaran wilayah tersebut.

Tingkat pendidikan yang rendah apalagi di tunjang dengan kondisi sosial masyarakat yang sama menjadi masyarkat kita tidak mampu menjadi masyarakat yang mandiri, kebanyakan dari kita malah pergi keluar negeri untuk menjadi TKI atau TKW, seakan pekerjaan di daerah ini sudah sangat sempit. Bahkan NTB merupakan pengirim TKW terbesar kedua di Indonesia. Kita semua bisa bayangkan bagaimana tingkat pendidikan yang kita miliki? Daerah yang berlimpah ruah dengan potensi alamnya ini menjadi daerah penyumbang TKW terbesar kedua di Indonesia.

Dua faktor inilah yang sebernanya menjadi penyebab utama dari kemiskianan yang ada di wilayah NTB, yakni kemalasan dan tingkat pendidikan yang rendah, serta ketidak mandirian usaha. Karena jikalau saja masyarakat NTB menggunakan sumber daya alamnya dengan benar, maka tidak perlu harus ada penggalian ke perut bumi untuk mencukupi kebutuhan masyarakat, kerena yang ada di permukaan baik itu darat dan laut, sudah lebih dari cukup jikalau kita memanfaatkannya dengan benar.

 

PENUTUP

Perbaikan mindset adalah hal mutlak yang harus di lakukan pemerintah jika ingin daerah ini mengalami kemajuan dan menurunkan angka kemiskinan, perubahan yang paling mendasar adalah menjadikan masyarakat NTB menjadi masyarakat yang Rajin, Mandiri, dan Berpendidikan tinggi. Dengan hal ini awal dari sebuah harapan tentang pengurangan angka kemiskinan akan dapat terwujud.

 

sumber : www.ntb.go.id

www.bps.go.id

www.google.co.id

About Handia Fahrurrozi

Bebas namun beraturan, kegagalan adalah keberhasilan yang tidak diperjuangkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s