BAB I

PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang

Secara dasar manusia itu terdiri dari tiga bagian yang tidak terpisahkan, yang pertama manusia sebagai Mahluk ciptaan Tuhan, dimana dalam hal ini manusia merupakan mahluk yang diciptakan untuk mengabdi kepada_Nya. Yang kedua manusia sebagai mahluk individu, dimana dalam hal ini manusia berbeda dengan manusia yang lainnya yang dalam kelanjutannya manusia tersebut mempunyai hak untuk mengekspresikan potensi yang ada pada dirinya, dan yang ketiga adalah manusia yang dalam kapasistasnya sebagai mahluk sosial. Sebagai mahluk sosial mengandung maksud bahwa manusia itu membutuhkan bantuan orang lain atau dalam kata lain manusia tidak bisa hidup sendiri.

Dalam penjabaran yang lebih rinci, manusia sebagai mahluk sosial dalam hal ini mengandung maksud bahwa setiap kegiatan, tingkah laku, kebutuhan, dan tujuan dari seorang individu, tidak bisa di dapatkan atau dikerjakan secara sendiri. Namun, membutuhkan manusia atau bagian lain dari alam ini untuk membantu manusia dalam mencapai tujuannya tersebut. Keselarasan kehidupan antara manusia yang satu dengan yang lain atau manusia dengan lingkungan sekitarnya, akan membuahkan harmonisasi yang baik. Dari harmonisasi ini akan tercipta suatu kerukunan dalam konteks kecil ini adalah keluarga dan dalam konteks yang luas adalah Negara. Jika harmonisasi yang baik sudah terjalin maka apapun tujuan yang di tetapkan akan mudah di raih, karena di dalam mencapai tujuan tersebut ada usaha bersama yang dilakukan sehingga tujuan seberat apapun akan terasa ringan karena di kerjakan bersama. Dalam kasus yang nyata hal ini dapat kita lihat di kampong atau tempat tinggal kita, tentunya kita masih ingat akan tradisi sunatan masal, gotong royong dll.

Esensi sesungguhnya dari kegiatan atau tradisi di atas adalah untuk bagaimana membantu masyarakat lainnya untuk mempermudah dalam menyelesaikan masalahnya. Dan seringkali hal-hal yang dilakukan secara bersama-sama itu adalah dalam bidang perekonomian. Kasus seperti sunatan masal, yang essensinya membantu masyarakat yang tidak mempunyai biaya untuk sunatan anaknya dapat terbantu, atau loyalitas yang di tunjukkan masyarakat kita ketika membantu saudaranya yang tidak memiliki makanan. Ini semua gambaran dari bagaimana masyarakat sangat mengerti akan hakikat dirinya sebagai mahluk sosial. Kesadaraan akan diri sebagai mahluk sosial yang dalam penjabaran membutuhkan orang lain tidak hanya manusia tunjukkan dengan sesamanya.

Namun, juga dengan alam yang telah menyediakan segala fasilitas dan kebutuhan manusia. Tentunya kita ingat akan tradisi masyarakat kita yang sangat menghargai lingkungannya. Ini terbukti dengan pelestarian terhadap alam dan hutan sekitarnya sehingga kelangsungan hidup terjaga. Kesadaraan akan diri manusia sebagai mahluk sosial juga mempunyai dampak terhadap kedua nilai manusia yang lainnya.

Dimana karena tersediaanya semua fasilitas yang diberikan oleh alam, manusia selalu bersyukur kepada Pemilik alam itu sendiri, yang ini kaitannya dengan manusia sebagai mahluk Tuhan dan manusia saling menghargai pendapat dan perbedaan  di antara sesama yang berbuah pada kerukunan yang ini adalah cerminan sebagai manusia individu yang sebenarnya. Keselaransan hidup manusia merukan dasar dari kesejahteraan, dimana jika sebuah keluarga sudah sejahtera dalam lingkugan yang mikro, maka kelanjutan dalam bentuk yang makro adalah terjadinya stabilitas ekonomi di suatu Negara tersebut.

Hal ini dapat terjadi karena, ketika suatu keluarga atau kelompok keluarga sudah sejahtera, tentunya ia dapat menghidupi anggota keluarganya, menghidupi anggota keluarga tentunya dengan moneter, orang yang mempunyai moneter di dapatkan dengan kerja. Yang maksud secara umumnya adalah orang yang sejahtera pasti mempunyai penghasilan dan pasti bekerja.


 

 

B.      Rumusan Masalah

  1. Apa saja akibat yang di timbulkan dari angin kencang?
  2. Apa pengaruh angin kencang terhadap kegiatan ekonomi?
  3. Apakah ada hubungan antara angin kencangan dengan faktor-faktor ekonomi?

C.      Tujuan

  1. Mengetahui akibat yang di timbulkan dari angin kencang
  2. Mengetahui pengaruh ekonomi terhadap angin kencang
  3. Mengetahui hubungan antara faktor ekonomi dengan adanya angin kencang

 

BAB II

PEMBAHASAN

Idealnya sebuah kehidupan adalah sebagaimana keselarasan seperti yang di sampaikan di atas, sehingga kehidupan ini akan semakin baik dan sesuai dengan yang di amanatkan oleh pembukaan UUD 1945. Namun, pada kenyataannya kondisi yang ideal seperti ini sangat sulit kita temukan bahkan mungkin tidak ada sama sekali. Pola piker masyarkat di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi dewasa idisi yang ideal seperti ini sangat sulit kita temukan bahkan mungkin tidak ada sama sekali. Pola piker masyarkat di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi dewasa ini cendrung hanya berorientasi pada capital semata. Ini adalah akibat doktrin yang di ajarkan sejak dini kepada kita untuk memandang segala sesuatunya dengan capital. Tinggi rendahnya nilai dari sebuah pekerjaan atau kedudukan masyarakat di dasarkan pada tinggi rendahnya jumlah kapital yang dimiliki orang tersebut. Semakin tinggi tingkat kapital yang dimiliki maka dia merasa tingkat kepemilikannya terhadap segala sesuatu lebih tinggi daripada orang lain.

Doktrin seperti ini membuat manusia atau kita semua berlomba-lomba mencari kapital atau modal sebanyak mungkin dengan cara apapun. Tidak peduli hal tersebut akan membuat orang lain akan merasa dirugikan atau membuat dampak buruk terhadap lingkungan.

Dan benar saja hal itu telah terjadi sekarang ini. Setelah maraknya ekspoitasi besar-besaran tehadap kekayaan perut bumi dan membangun pabrik-pabrik dan tambang-tambang yang sangat besar, akhirnya dampak terhadap hal tersebut kita rasakan sekarang ini. Dimana terjadi pergeseran iklim yang sangat drastic, perubahan musim dewasa ini tidak lagi sama seperti apa yang dahulu telah kita dapatkan waktu kelas 5 SD. Dimana musim hujan tidak lagi dari Oktober sampai Januari, atau musim kemarau dari Maret sampai Juni. Semuanya serba tidak menentu, bahkan yang sering terjadi adalah cuaca yang sangat ekstrim. Dimana pagi harinya sangat panas, namun tiba-tiba pada malam hari menjadi sangat dingin. Atau ketika pagi hujan sangat lebat, namun matahari tetap bersinar dan terasa panas.

Malahan hal ini di perparah dengan terjadi angin yang sangat besar atau yang sering disebut dengan angin putting beliung. Angin putting beliung ini terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia Mulai dari Aceh sampai NTT. Angin putting beliung yang terjadi selama berhari-hari dan dengan kecepatan yang sangat tinggi bahkan sampai 70 km/jam. Angin yang sangat besar ini telah menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi bangsa Indonesia, karena dampak yang di timbulkan dari angin ini sangatlah luar bisa. Di berbagai daerah kita menyaksikan banyak sekali poho-pohon yang tumbang akibat dari angin ini, selain itu rumah-rumah banyak yang hancur terbawa oleh angin.

Tidak sampai itu saja, angin ini juga tidak sedikit menimbulkan korban jiwa. Tercatat ketika angin ini terjadi beberapa hari yang lalu telah menewaskan sedikitnya 2 orang yang berada di seputaran Mataram. Belum lagi korban jiwa yang terjadi di daerah lain.

Selain itu, angin putting beliung ini juga praktis telah melumpuhkan ekonomi secara umum. Karena akibat dari adanya angin putting beliung ini bandara dan pelabuhan lumpuh total. Bahkan di pelabuhan lembar-padang bai sempat dua kali terjadi penutupan yang di akibatkan oleh terjadi putting beliung yaitu pada akhir bulan januari di tutup selama 5 hari dan pada awal bulan Maret ini juga di tutup selama 5 hari. Oleh karena adanya penutupan tempat-tempat strategis seperti pelabuhan tersebut, antrian menjadi sangat panjang, bahkan mencapai 5 kilometer. Belum lagi penundaan penerbangan yang terjadi kerena angin, sehingga ribuan calon penumpang harus menunggu bahkan gagal berangkat ke tempat tujuan.

Selanjutnya angin putting beliung yang banyak merobohkan rumah juga tidak sedikit yang membuat gangguan arus listrik, sehingga terjadi pemadaman yang sangat lama, hal ini berakibat pada menurunnya omzet yang di dapatkan oleh para pengusaha yang sangat bergantung kepada listrik. Bahkan para peternak ayam bisa merugi sampai puluhan juta rupiah per jam karena tidak adanya listrik. Angin putting beliung ini juga menyebabkan masyarakat enggan untuk keluar rumah, yang berakibat pada lumpuhnya atau gulung tikarnya pedang-pedagang kali lima karena sepi pembeli.

Secara umum, kalau kita melihat dari kacamata makro ekonomi, maka angin putting beliunga part II yang terjadi beberapa hari yang lalu, secara umum mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat. Stabilitas ekonomi yang tergangu ini adalah akibat yang di timbulkan dari lumpuhnya banyak sumber-sumber ekonomi yang ada. Menurut, sumber yang kami dapatkan di beberapa daerah seperti Aceh dan sebagainya jumlah kerugian mencapai milyran rupiah bahkan ada yang sampai 5 milyar rupiah. Ini tentu tidak mengherankan karena banyaknya aktifitas ekonimi yang tidak bisa bekerja secara maksimal.

Namun, tahukan kalian, bahwa sebenarnya angin putting beliung ini merupakan akibat dari disharmonisasi yang manusia lakukan terhadap alam? Kesenjangan dan ketidak stabilatan ekonomi ini juga terjadi akibat dari keserakahan yang dilakukan oleh manusia, karena pada kenyataannya pihak-pihak yang diterbangkan rumahnya, yang lumpuh ekonominya yang tidak mengantri selama berhari-hari di pelabuhan maupun bandara keselurhannya merupakan rakyat kecil, yang dengan adanya angin putting beliung ini mereka semakin terpuruk karena harta bendanya habis. Jarang di antara mereka ada orang-orang yang kaya, yang kemudian menjadi jatuh miskin karena adanya angin tersebut, kalopun ada yang rumahnya rusak dengan sesegera atau dengan mengedipkan mata asuransi yang di bayarkan menanggung dan mengembalikan semua harta bendanya yang telah hilang.

Namun, apa yang terjadi dengan saudara-saudara kita yang jangankan untuk mengasuransi rumah, untuk makan saja tidak mampu, sehingga denga adanya angin putting beliung tersebut beban mereka menjadi berlipat-lipat. Begitu juga para sopir yang menunggu berhari-hari di pelabuhan untuk mengantarkan barang dari si kaya si empunya perusahaan harus rela berpuasa tanpa mendapat biaya tambahan sedikitpun. Oleh sebab itu, sejatinya akar dari semua masalah dan bencana begitu juga dengan angin putting beliung ini adalah adanya ketidakstbilan ekonomi yang di sebabkan oleh kesenjangan sosial yang sangat lebar. Yang di perparah dengan keserakahan yang dilakukan oleh para orang kaya yang hanya berpikir nilai “positif” atau profit oriented tanpa memikirkan hal-hal normative yang akan terjadi karena ulah dari keserakahannya tersebut.

Angin putting beliung ini merupakan sebuah pertanda akan jurang kesenjangan yang semakin lebar, yang dimana orang-orang semkain individualis yang menari-nari di atas penderitaan saudaranya, seakan mereka menganggap orang lain hanyalah robot yang di mintai bantuan ketika di butuhkan dan di buang ketika sudah selsesai di gunakan.

Sesunggunhanya orang-orang tersebut sudah melupakan essensi dari nilai mereka sebagai manusia yaitu sebagai mahluk Tuhan dan sebagai mahluk sosial. Essensi yang sangat penting yang hilang hanya karena keserakahan dan ketamakan mereka, sekali lagi ini adalah masalah kestabialan dan keadilan terhadap sesama dan lingkungan atau alam yang telah memenuhi kebutuhan hidup kita selama ini, maka janganlah terlalu congkak. Jangan menunggu adanya tsunami yang akan membuat semua menjadi sama.

Cukuplah angin putting beliung yang datang untuk mengajarkan kita akan ketidakstabilan ekonomi yang di sebabkan oleh kesenjangan ini, cukuplah hal ini yang dapat membukan hati dan pikiran kita, sehingga pertanyaan dan kesengsaraan masyarakat dapat kita jawab dengan hati dan perasaan kita, bukannya malah di tanyakan pada rumput yang bergoyang.

BAB IV

PENUTUP

KESIMPULAN

Angin kencang yang sangat melumpuhkan kegiatan ekonomi sebenarnya dapat di cegah seandainya tidak terjadi jurang kesenjangan yang begitu lebar antara yang kaya dengan si miskin. Kesenjangan ekonomi inilah yang sesungguhnya melumpuhkan ekonomi tersebut, angin kencang bagi mereka yang bekerja di gedung-gedung besar tidak ada pengaruhnya, namun sangat berbeda dengan mereka yang bekerja di pinggir jalan dengan berjualan dll.

SARAN

Untuk mengatasi permasalahan angin kencang tersebut pemerintah dapat melakukan beberapa upaya pencegahan antara lain:

  1. Melakukan perbaikan infrastruktur dan menyediakan lapangan perkerjaan yang layak
  2. Lebih memberdayakan masyarakat kelas menengah ke bawah dengan bantuan program-program UMKM
  3. Melakukan peremajaan terhadap pohon-pohon yang kemungkinan dapat menjadi masalah ketika terjadi cuaca ekstrim seperti angin kencang

About Handia Fahrurrozi

Bebas namun beraturan, kegagalan adalah keberhasilan yang tidak diperjuangkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s