TINJAUAN MATERI
A. Budaya Organisasi
Budaya organisasi didefinisikan sebagai suatu kerangka kerja kognitif yang memuat sikap-sikap, nilai-nilai, norma-norma dan pengharapan-pengharapan bersama yang dimiliki oleh anggota-anggota organisasi (Greenberg dan Baron,2000). Budaya organisasi berkaitan dengan konteks perkembangan organisasi, artinya budaya berakar pada sejarah organisasi, diyakini bersama-sama dan tidak mudah dimanipulasi secara langsung (Schenieder, 1996, dalam Cahyono 2005). Menurut Stoner (1996) dalam Waridin & Masrukhin (2006) budaya (culture) merupakan gabungan kompleks dari asumsi, tingkah laku , cerita, mitos, metafora dan berbagai ide lain yang menjadi satu untuk menentukan apa arti menjadi anggota masyarakat tertentu.
Budaya organisasi atau corporate culture sering diartikan sebagai nilai-nilai, simbol-simbol yang dimengerti dan dipatuhi bersama, yang dimiliki suatu organisasi sehingga anggota organisasi merasa satu keluarga dan menciptakan suatu kondisi anggota organisasi tersebut merasa berbeda dengan organisasi lain. Selanjutnya Waridin dan Masrukhin (2006) menyatakan bahwa budaya organisasi adalah suatu sitem nilai yang diperoleh dan dikembangkan oleh organisasi dan pola kebiasaan dan falsafah dasar pendirinya, yang terbentuk menjadi aturan yang digunakan sebagai pedoman dalam berfikir dan bertindak dalam mencapai tujuan organisasi. Hal ini berarti bahwa setiap perbaikan budaya kerja kearah yang lebih kondusif akan memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi peningkatan kinerja karyawan.
Mas’ud (2004), budaya organisasional adalah system makna, nilai-nilai dan kepercayaan yang dianut bersama dalam suatu organisasi yang menjadi rujukan untuk bertindak dan membedakan organisasi satu dengan organisasi lain. Budaya organisasi selanjutnya menjadi identitas atau karakter utama organisasi yang dipelihara dan dipertahankan. Robins ( 2006), menyatakan bahwa budaya organisasi merupakan suatu sistem makna bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi yang membedakan organisasi itu dari organisasi-organisasi lain. Budaya organisasi adalah suatu sistem nilai yang diperoleh dan dikembangkan oleh organisasi dan pola kebiasaan dan falsafah dasar pendirinya, yang terbentuk menjadi aturan yang digunakan sebagai pedoman dalam berfikir dan bertindak dalam mencapai tujuan organisasi. Budaya yang tumbuh menjadi kuat mampu memacu organisasi kearah perkembangan yang lebih baik. Lebih lanjut Robins (2006), mengatakan perubahan budaya dapat dilakukan dengan :
(1) menjadikan perilaku manajemen sebagai model,
(2) menciptakan sejarah baru, simbol dan kebiasaan serta keyakinan sesuai dengan budaya yang diinginkan,
(3) menyeleksi, mempromosikan dan mendukung pegawai,
(4) menentukan kembali proses sosialisasi untuk nilai-nilai yang baru,
(5) mengubah sistem penghargaan dengan nilai-nilai baru,
(6) menggantikan norma ynag tidak tertulis dengan aturan formal atau tertulis,
(7) mengacak sub budaya melalui rotasi jabatan, dan
(8) meningkatkan kerja sama kelompok.
Denison and Misra (1995) merumuskan indikator-indikator budaya organisasi sebagai berikut: (1) misi, (2) konsistensi, (3) adaptabilitas, dan (4) pelibatan.

B. Hubungan Budaya Organisasi Dengan Kepuasan Kerja
Robins ( 2006), menyatakan budaya organisasi adalah suatu sistem nilai yang diperoleh dan dikembangkan oleh organisasi dan pola kebiasaan dan falsafah dasar pendirinya, yang terbentuk menjadi aturan yang digunakan sebagai pedoman dalam berfikir dan bertindak dalam mencapai tujuan organisasi. Budaya yang tumbuh menjadi kuat mampu memacu organisasi kearah perkembangan yang lebih baik. Sedangkan kepuasan kerja merupakan sikap umum seorang individu terhadap pekerjaanya. Semakin banyak aspek yang sesuai dengan keinginan individu tersebut maka semakin tinggi kepuasan kerjanya. Dari deskripsi tersebut dapat dikatakan bahwa kepuasan kerja merupakan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya dengan mempertimbangkan aspek yang ada didalam pekerjaannya sehingga timbul dalam dirinya suatu perasaan senang atau tidak senang terhadap situasi kerja dan rekan sekerjanya (Wexley dan Yulk, 1992 dalam Waridin dan Masrukhin, 2006). Dapat disimpulkan disini bahwa semakin banyak aspek-aspek yang ada pada diri individu yang sesuai dengan budaya organisasi tempatnya bekerja maka akan semakin tinggi kepuasan kerjanya. Kirk L. Rongga (2001), hasil penelitiannya menyatakan bahwa budaya organisasi mempunyai dampak sebesar 69% terhadap kepuasan kerja. Nurhajati Ma’num dan Bisma Dewabrata (1995), hasil penelitianya membuktikan adanya pengaruh positif antara budaya organisasi dengan kepuasan kerja. Wallace (1983), menyatakan bahwa kepuasan kerja seseorang dan hasil kerja tergantung kesesuaian antara karakteristik orang tersebut dengan budaya organisasi. Pernyataan Wallace didukung oleh J.N. Hood (1992), yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang positif antara budaya organisasi.dengan kepuasan kerja.

C. Hubungan Budaya Organisasi Dengan Kinerja Karyawan
Budaya organisasi mengacu kepada sistem makna bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi yang membedakan organisasi itu dari organisasi lain (Robbins, 2006). Selanjutnya Robbins mengatakan suatu sistem nilai budaya yang tumbuh menjadi kuat mampu memacu organisasi kearah perkembangan yang lebih baik. Rivai (2003) dalam Waridin dan Masrukhin (2006) menyatakan bahwa semakin baik budaya kerja maka kinerja akan semakin tinggi begitu juga sebaliknya. Hal ini berarti bahwa setiap perbaikan budaya kerja kearah yang lebih kondusif akan memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi peningkatan kinerja pegawai, demikian juga sebaliknya. Hasil penelitian Waridin dan Masrukhin (2006) menunjukan bahwa budaya organisasi yang diindikasikan dengan budaya dituntutnya pegawai mencari cara-cara yang lebih efektif dan berani menanggung resikonya, cermat dalam melaksanakan pekerjaan, perhatian pada kesejahteraan pegawai, tuntutan konsentrasi yang dicapai, semangat yang tinggi dalam bekerja, serta kewajiban dalam merealisasikan target dan tugas instansi mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja pegawai. Denison (1990) menyimpulkan bahwa budaya organisasi ternyata merupakan strategi penting yang efektif bagi manjemen dalam mendorong kinerja karyawan. Kottler dan Hesket dalam Waridin dan Masrukhin (2006) mengatakan budaya perusahaan dapat memberikan dampak yang berarti terhadap kinerja. ekonomi jangka panjang. Dan Budaya perusahaan akan menjadi factor yang bahkan lebih penting lagi dalam menentukan keberhasilan organisasi. Robbins (2006), mengatakan bahwa kinerja organisasi mensyaratkan strategi, lingkungan teknologi dan budaya organisasi bersatu. Peter dalam Yuwalliatin (2006) mengatakan organisasi atau perusahaaan yang berhasil atau kinerja tinggi karena mempunyai budaya yang kuat.
HASIL WAWANCARA BUDAYA ORGANISASI
KOPERERASI SERBA USAHA “TUNGGAL KAYUN”
A. PROFIL PERUSAHAAN
Koperasi Serba Usaha “Tunggal Kayun” adalah sebuah badan usaha berbentuk koperasi yang beranggota 34 orang (pendiri perusahaan). Koperasi ini beralamat di Jalan Gora Gang Rambutan I/D-8, Selagalas-Cakranegara. Dalam pelaksanaan kegiatannya perusahaan ini berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945.
B. QUISIONER UNTUK WAWANCARA
1. Siapa pendiri perusahaan (pemilik) perusahaan ini?
2. Apakah ada peraturan atau tata tertib yang dibuat oleh pemilik perusahaan dan apa tujuan pembuatannya?
3. Apa saja peraturan yang di tetapkan oleh pemilik perusahaan?
4. Semua peraturan yang disebutkan tadi di buat secara tertulis atau hanya secara lisan?
5. Selama berdirinya perusahaan ini, apakah selalu mendapatkan keuntungan?
6. Bagaiman cara perusahaan mengatasi kerugian sehingga menjadi untung lagi?
7. Sekarang ini kan banyak sekali perusahaan yang sejenis. Bagiamana kiat-kiat yang dilakukan oleh persuhaan agar tetap bisa bersaing?
8. Apa yang menjadi ciri utama yang membedakan perusahaan ini dengan perusahaan lain yang sejenis?
9. Tentunya persaingan tidak hanya dilakukan oleh perusahaan saja, factor lainnya adalah pegawai. Bagaimana cara yang dilakukan perusahaan dalam menentukan pegawai? Apakah ada criteria khusus?
10. Apakah ada kegiatan “reward” bagi pegawai yang membuat prestasi dan “punishment” bagi yang melakukan kesalahan, atau ada cara lain?
11. Dalam mencapai tujuan perusahaan, apakah perusahaan melakukan sendiri atau melibatkan pihak-pihak lain?

C. HASIL WAWANCARA
1. Perusahaan didirikan secara bersama oleh 34 orang, yang kemudian menjadi anggota perusahaan (koperasi).
2. Dalam menjalankan kegiatan usaha perusahaan membuat peraturan perusahaan yang bertujuan mengatur kinerja dan kedisiplinan perusahaan serta yang ada di dalamnya.
3. (terlampir)
4. Peraturan yang di buat dalam bentuk tertulis
5. Tidak pernah mengalami kerugian, namun persentase keuntungannya yang kadang berkurang.
6. Cara mengatasi penurunan persentase kerugian tersebut adalah dengan meningkatkan kinerja perusahaan, mengevaluasi kerugian-kerugian yang ada sehingga didapatkan point-point yang membuat kerugian tersebut, dan dicari solusinya agar kerugian yang sama tidak terjadi lagi.
7. Memberikan pelayanan yang mudah, dan cepat kepada nasabah (calon anggota)
8. Tidak ada cirri utama, karena pada dasarnya setiap koperasi sama, namun kami memberikan pelayanan yang se-fleksibel mungkin untuk memudahkan calon anggota.
9. Ada, yang pertama untuk yang mengerti tentang computer, karena perusahaan ini berbasis komputerisasi, dan yang selanjutnya adalah yang pendidikan SMA/sederajat yang memiliki keinginan, kemauan untuk berkerja keras.
10. Ada, Untuk yang berprestasi kami berikan insentif atau bonus. Sedangkan yang bermasalah kami berikan peringatan, teguran, dan surat peringatan.
11. Tidak ada pihak lain.

PEMBAHASAN
A. PROFIL PERUSAHAAN
Koperasi Serba Usaha “Tunggal Kayun” adalah sebuah badan usaha berbentuk koperasi yagn beranggotakan 34 orang (pendiri perusahaan). Koperasi ini beralamat di Jl. Gora Gang Rambutan I/D-8, Selagalas-Cakranegara. Dalam pelaksanaan kegiatannya perusahaan ini berlandaskan pada pancasila dan UUD 1945. Adapun hasil wawancara yang kami lakukan adalah sebagai berikut:
Perusahaan didirikan secara bersama oleh 34 orang, yang kemudian menjadi anggota perusahaan (koperasi). Dalam menjalankan kegiatan usaha perusahaan membuat peraturan perusahaan yang bertujuan mengatur kinerja dan kedisiplinan perusahaan serta yang ada di dalamnya.Adapun peraturan-peraturan atau tata tertib yang berlaku dalam perusahaan, di buat oleh pemilik perusahaan, yaitu anggota-anggota koperasi. Peraturan yagn di buat dalam bentuk tertulis.
Selama perjalanan usaha koperasi ini dikatakan tidak pernah mengalami kerugian, namun persentase keuntungannya yang kadang berkurang. Adapun cara mengatasi kerugian tersebut antara lain:
 Dengan meningkatkan kinerja perusahaan,
 Mengevaluasi kerugian-kerugian yang ada sehingga didapatkan poin-poin yang membuat kerugian tersebut,
 mencari solusi agar kerugian yang sama tidak terjadi lagi.
Kiat-kiat yang dilakukan oleh perusahaan agar tetap bisa bersaing ditengah semakin menjamurnya perusahaan yang sejenis adalah dengan tetap memberikan pelayanan yang mudah dan cepat kepada nasabah (calon anggota). Tidak ada ciri utama yang membedakan koperasi ini dengan koperasi yang lain, Karena pada dasarnya setiap koperasi sama, namun pada koperasi ini lebih memberikan pelayanan yang se-fleksibel mungkin untuk memudahkan calon anggota.
Persaingan tidak hanya dilakukan oleh perusahaan saja, faktor yang lainnya adalah pegawai. Adapun cara yang dilakukan oleh perusahaan dalam menentukan pegawai dengan criteria tertentu, seperti: yang mengerti tentang komputer, karena perusahaan ini berbasis komputerisasi, dan yang berpendidikan SMA/sederajat yang memiliki keinginan dan kemauan keras.
Adapun “reward” bagi pegawai yang membuat prestasi dan “punishment” bagi yang melakukan kesalahan. Untuk yang berprestasi diberikan insentif atau bonus, sedangkan yang melakukan kesalahan atau yang bermasalah diberikan peringatan, teguran dan surat peringatan. Dalam pencapaian tujuan perusahaan, perusahaan melakukan sendiri anpa melibatkan pihak-pihak lain.
B. PERATURAN PERUSAHAAN
Peraturan perusahaan dibuat untuk menjadi pedoman, pegangan bagi pengusaha maupun karyawan yang berisikan tentang hak-hak dan kewajiban masing-masingpihak untuk memelihara hubungan kerja yang serasi, seimbang dan harmonis antara pengusaha dan karyawan atau antar anggota dalam usaha bersama meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan karyawan demi kelangsungan usaha serta kemajuan perusahaan.
Peraturan koperasi ini dibagi dalam beberapa pasal antara lain:
o Pasal 1 : hubungan kerja dan masa percobaan,
o Pasal 2 : hari kerja dan jam kerja,
o Pasal 3 : jam kerja lembur,
o Pasal 4 : pengupahaan,
o Pasal 5: tunjangan hari raya (disesuaikan dengan agama karyawan masing-masing),
o Pasal 6 : tunjangan kesehatan,
o Pasal 7 : upah selama sakit,
o Pasal 8 : tunjangan kecelakaan kerja,
o Pasal 9 : tunjangan kematian bukan oleh karena kecelakaan kerja,
o Pasal 10 : istirahat mingguan dan hari libur,
o Pasal 11 : istirahat tahunan,
o Pasal 12 : cuti hamil dan keguguran,
o Pasal 13 : izin meninggalkan pekerjaan,
o Pasal 14 : keselamatan kerja dan perlengkapan kerja,
o Pasal 15 : lingkungan tempat kerja
o Pasal 16 : tata tertib dan kewajiban karyawan
o Pasal 17 : larangan-larangan bagi karyawan,
o Pasal 18 : pelangaran tata tertib yang dapat mengakibatkan pemutusan hubungan kerja,
o Pasal 19 : pemberian peringatan,
o Pasal 20 : mangkir.

KESIMPULAN
Setelah melakukan wawancara dengan perusahaan atau badan usaha tersebut ada beberapa hal yang dapat kami simpulkan: Sebagai badan usaha yang berbentuk koperasi, kharWakteristik dari perusahaan tersebut cendrung sama dengan koperasi pada umumnya karena mengacu pada aturan hukum yang berlaku (tentang koperasi). Namun, sebisa mungkin perusahaan ini menciptakan budaya organisasi yang berbeda dengan koperasi-koperasi pada umumnya, ini dapat kita lihat dengan perbedaan pada kualitas kenyamanan dan pelayanan yang diberikan, peraturan-peraturan yang di tetapkan oleh pemilik perusahaan dan kecenderungan perusahaan untuk mandiri dengan tidak membangun relasi dengan perusahaan lain yang lazim di lakukan oleh perusahaan pada umumnya untuk mengembangkan usahanya.

About Handia Fahrurrozi

Bebas namun beraturan, kegagalan adalah keberhasilan yang tidak diperjuangkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s