LATAR BELAKANG

Melihat perubahan lingkungan organisasi yang semakin kompleks dan kompetitif, mensyaratkan perusahaan untuk bersikap lebih responsif agar tetap bertahan. Setiap organisasi dituntut untuk siap menghadapi perkembangan teknologi, kebutuhan konsumen, dan persaingan yang ketat dengan perusahaan lain. Perusahaan yang ingin tetap bertahan harus menghadapi perubahan tersebut dengan strategi masing – masing. Salah satu strategi tersebut adalah dengan meningkatkan kinerja karyawannya. Dengan mempertahankan kinerja karyawan tetap tinggi, maka kemungkinan besar perusahaan juga akan mampu bertahan dan berkembang.
Kinerja karyawan yang meningkat merupakan salah satu faktor yang menunjukkan efektivitas organisasi dalam mengelola sumber daya manusianya. Kinerja karyawan merupakan faktor yang penting dalam mendorong produktifitas perusahaan, sehingga kinerja karyawan penting untuk ditingkatkan. Tujuan perusahaan tidak akan tercapai tanpa kinerja yang baik dari karyawannya.
Malayu S.P. Hasibuan (2001:34) mendefinisikan “kinerja (prestasi kerja) adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu”. Mengkunegara (2000 : 67) mendefenisikan bahwa ”kinerja karyawan (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya”.
Karyawan yang memungkinkan memiliki kinerja yang baik adalah karyawan yang memiliki kemampuan professional, memiliki sikap perjuangan, pengabdian, dan disiplin. Karyawan yang professional dapat diartikan sebagai karyawan yang memliki sikap disiplin, berfikir, jujur, loyalitas tinggi, penuh dedikasi untuk pekerjaannya. (Mangkunegara, 2000:40).
Kemampuan profesional karyawan dapat ditingkatkan dengan melakukan pembinaan-pembinaan dan penyadaran dalam tindakan nyata. Upaya peningkatan kemampuan profesional karyawan ini penting dilakukan agar peningkatan kinerja dan loyalitas karyawan dapat menjadi kenyataan. Apabila karyawan bekerja optimal penuh kesadaran, maka tujuan organisasi akan lebih mudah tercapai.
Sebagai penggerak dalam organisasi, pemimpin adalah salah satu pemegang kunci dalam pencapaian tujuan perusahaan. Keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya tidak lepas dari kemampuan pemimpinnya dalam mengelola sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Sumber daya tersebut termasuk karyawan yang bekerja di perusahaan. Kepemimpinan dalam perusahaan turut berperan penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Sebagaimana dituliskan Mangkunegara (2009:14) bahwa kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang dalam organisasi.
Dalam memimpin sebuah organisasi, seorang pemimpin menggunakan cara-cara atau gaya kepemimpinan. Thoha (2003) mendefenisikan gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang digunakan seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi orang lain seperti yang ia lihat. Menurut Thoha (2003), ada tiga macam gaya kepemimpinan yaitu gaya kepemimpinan otoriter, demokrasi, dan bebas. Gaya kepemimpinan otoriter adalah gaya kepemimpinan yang bersifat otoriter, dimana setiap keputusan berasal dari atasan dan bawahan menjalankan tugasnya sesuai dengan perintah atasan. Gaya kepemimpinan demokrasi ditandai dengan adanya kerjasama antara atasan dengan bawahan, pengambilan keputusan bersifat kooperatif. Selanjutnya, gaya kepemimpinan bebas adalah kepemimpinan dimana pemimpin memberikan kekuasaan penuh kepada bawahan, pemimpin bersifat pasif.
Dalam menghadapi perubahan dunia bisnis yang dinamis seperti saat ini, seorang pemimpin diharapkan menjadi titik pusat yang mengendalikan perusahaan dalam menghadapi berbagai kemungkinan perubahan yang terjadi pada lingkungan organisasi. Begitu pula dalam hal pengendalian sumber daya manusia di dalam perusahan, seorang pemimpin juga diharapkan mampu untuk memfasilitasi pengembangan individu untuk merealisasi potensi dirinya.

TINJAUAN MATERI
Organisasi sebagai suatu sistem terbuka berada dalam sebuah lingkungan. Perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan organisasi memerlukan perhatian dari manajer karena bisa memberikan dampak yang besar bagi perkembangan organisasi. Kegiatan organisasi akan merubah lingkungan, dan juga sebaliknya, lingkungan akan mendorong perubahan pada organisasi. Oleh karena itu, manajer harus memiliki pemahaman yang mendalam terhadap lingkungan tempat mereka dan organisasi mereka berkiprah. Lingkungan organisasi secara umum dapat kita bagi menjadi dua bagian yaitu : lingkungan yang ada di dalam perusahaan itu sendiri (lingkungan internal) maupun lingkungan yang berada di luar perusahaan itu sendiri (lingkungan eksternal).
A. LINGKUNGAN EKSTERNAL
Lingkungan eksternal atau lingkungan yang berada di luar organisasi saling mempertukarkan sumber dayanya dengan organisasi tersebut dan tergantung satu sama lain. Organisasi mendapatkan input (bahan baku, uang, tenaga kerja) dari lingkungan eksternal, kemudian ditransformasikan menjadi produk dan jasa sebagai output bagi lingkungan eksternal. Definisi lingkungan eksternal adalah sebagi berikut:
• Lingkungan eksternal adalah semua kejadian di luar perusahaan yang memiliki potensi untuk mempengaruhi perusahaan (Chuck Williams, 2001:51).
• Lingkungan eksternal terdiri dari unsur-unsur di luar perusahaan yang sebagian besar tak dapat dikendalikan dan berpengaruh dalam pembuatan keputusan oleh manajer (T.Hani Handoko, 1999:62).
• Lingkungan eksternal terdiri atas unsur-unsur yang berada di luar suatu organisasi, yang relevan pada kegiatan organisasi itu (James A.F. Stoner,1996:66)

Lingkungan eksternal terdiri dari dua bagian, yaitu :
• Lingkungan Makro
Kekuatan luar yang dapat mempengaruhi jalannya bisnis perusahaan. Lingkungan ini jauh lebih luas dan lebih besar dari lingkungan mikro yang sudah di bicarakan di atas. Lingkungan ini dapat berupa kekuatan-kekuatan berikut:
a. Lingkungan Umum (general environment), disebut juga lingkungan yang tidak berpengaruh langsung kepada organisasi (indirect environment) yaitu serangkaian dimensi dan kekuatan yang luas yang berada di sekitar organisasi yang menciptakan keseluruhan konteks organisasi. Meskipun Lingkungan umum tidak mempengaruhi organisasi secara langsung, namun harus tetap diperhitungkan dalam pengambilan keputusan organisasi. Lingkungan umum terdiri dari dimensi ekonomi, teknologi, social budaya, politik-hukum, dan internasional.
b. Lingkungan tugas (task environment), disebut juga lingkungan yang berpengaruh langsung kepada organisasi (direct environment) yaitu unsur-unsur luar organiasi yang secara spesifik berpengaruh secara langsung kepada organisasi. Lingkungan ini terdiri dari dimensi : kompetitor, pelanggan, pemasok, regulator, dan partner strategis.
c. Lingkungan Umum Dimensi Ekonomi.
Dimensi ekonomi adalah kesehatan dan vitalitas keseluruhan dari sistem ekonomi di mana organisasi beroperasi. Apabila kondisi ekonomi mengalami guncangan, maka akan berpengaruh secara langsung kepada organisasi. Faktor-faktor ekonom yang terutama sangat penting bagi bisnis adalah pertumbuhan ekonomi secara umum, inflasi, tingkat bunga, dan tingkat penggangguran.
d. Dimensi Teknologi. Dimensi ini merefleksikan metode-metode yang tersedia untuk mengubah sumber daya menjadi produk atau jasa. Perubahan teknologi akan mempengaruhi cara organisasi mengubah sumber daya tersebut. Sosial Budaya. Dimensi ini meliputi sikap, norma, adat, gaya hidup, nilai, kebiasaan, dan karakteristik demografi masyarak at di mana organisasi berada.
e. Politik-Hukum. Yaitu berupa peraturan pemerintah mengenai bisnis dan hubungan umum antara bisnis dan pemerintah. Undang-undang dan peraturan-peraturan yang dikeluarkan pemerintah bisa memberikan dampak yang besar bagi kelangsungan hidup organisasi.
f. Internasional. Yaitu pengaruh bisnis, politik dan kebijakan negara lain khususnya untuk organisasi-oganisasi multinasional memberikan dampak yang sangat besar bagi organisasi tersebut.
• Lingkungan Mikro
Lingkungan yang berada di luar lapisan intern perusahaan yang dekat atau mendekati perusahaan yang terdiri dari:
a. Lingkungan TugasKompetitor/ pesaing. Adanya pesaing yang memperebutkan sumber daya termasuk konsumen, atau yang menawarkan produk atau jasa tandingan. Organiasasi juga akan bersaing dengan organisasi lainnya dalam memperebutkan sumberdaya. Contoh: organisasi akan bersaing memperoleh dana dari lembaga keuangan dan memperoleh karyawan yang berkualitas dari universitas.
b. Pelanggan, yaitu individu atau organisasi yang membeli barang atau jasa suatu organisasi. Pelanggan mempengaruhi organisasi secara langsung karena mereka membeli dan memakai barang atau jasa yang dihasilkan oleh organisasi. Perubahan pada perilaku konsumen, selera, dan sikap konsumen termasuk dalam komponen yang harus dipahami oleh manajer.
c. Pemasok, yaitu pihak-pihak yang memberikan input berupa sumber daya kepada organisasi, yang diperlukan untuk menjalankan usahanya. Input dapat berupa bahan baku, bahan setengah jadi, karyawan, modal keuangan, informasi, atau jasa yang diperlukan organisasi.
d. Regulator, biasanya adalah pemerintah yang mengatur dan mempengaruhi kebijakan dan praktek sebuah organisasi.
e. Partner Strategis, yaitu dua organisasi atau lebih yang bekerjasama dalam joint venture atau kemitraan lainnya.

B. LINGKUNGAN INTERNAL
Segala sesuatu di dalam organisasi atau perusahaan yang akan mempengaruhi organisasi atau perusahaan tersebut. Lingkungan intern ini dimungkinkan untuk dikendalikan oleh para pelakuk kegiatan dalam suatu organisasi, sehingga dapoat diarahkan sesuai denga keinginan perusahaan.
Faktor-faktor yang termasuk dalam lingkungan intern:
• Tenaga kerja (man)
• Modal (money)
• Material / bahan baku (material)
• Peralatan / perlengkapan produksi (machine)
• Metode (methods)
Pemilik/ Pemegang Saham, adalah orang-orang yang memiliki hak milik hukum terhadap bisnis tersebut. Pemilik dapat berupa seseorang yang mendirikan dan menjalankan suatu bisnis kecil, partner yang secara bersama-sama memiliki bisnis, atau investor yang memiliki saham (pemegang saham).
Dewan Direksi, yaitu mereka yang dipilih oleh para pemegang saham dan bertanggung jawab untuk mengawasi manajemen perusahaan secara umum, untuk memastikan bahwa perusahaan telah dijalankan dengan cara yang paling memuaskan kepentingan pemegang saham.
Karyawan/ Pekerja, yaitu individu-individu yang dipekerjakan oleh organisasi. Karyawan bisa membentuk serikat pekerja yang saat ini mempunyai bargaining power yang cukup besar sehingga dapat mempengaruhi organisasi. Oleh karena itu, manajer perlu membina hubungan yang baik dengan karyawan atau serikat pekerja.
Lingkungan Kerja Fisik, yaitu berupa fasilitas-fasilitas fisik yang disediakan organisasi untuk menunjang operasi organisasi tersebut.

HASIL WAWANCARA
1. Menurut anda apa itu perubahan perusahaan??
Menurut saya perubahan perusahaan itu adalah perubahan yang terjadi mau tidak mau karena berbagai factor, seperti income, tourist, kualitas pegawai, alam dan banyak lagi faktor2 dluar dari yang kita perhitungkan.
2. Pernahkah hotel ini mengalami perubahan secara besar besaran dalam struktur orgonisasi?
Pernah, yaitu pada saat diadakannya pensiun dini guna meningkatkan kinerja perusahaan, dimana pegawai-pegawai yang sudah tidak produktif diberikan kesempatan untuk pensiun dengan kompensasi yang cukup besar sesuai kebijakan perusahaan. Dan akan digantikan dengan pegawai baru usia produktif yang lebih kompetitif dan diharapkan dapat meningkatkan kinerja perusahaan.
3. Siapa sajakah yang berperan dalam terjadinya perubahan perusahaan?
Semua partisipan memiliki peranan dalam perubahan perusahaan baik dari factor internal maupun factor eksternal. Contohnya ada
4. Apakah perubahaan pernah terjadi dalam struktur organisasi perusahaan?
Tentu saja, jika kinerja perusahaan dalam satu periode tertentu tidak mengalami kenaikan pendapatan. Maka GM (general manager) akan diganti dengan persetujuan dari perusahaan pusat yaitu Aerowisata Garuda Indonesia.
5. Bagaimana cara menentukan kriteria seorang JM di hotel ini?
Manajemen yg memutuskan dengan persetujuan owner dalam hal ini aerowisata yg di kelola Garuda indonesia.
6. Apa saja kendala yg dhadapi dalam perubahan perusahan d hotel ini?
Banyak sekali, Mulai dari para pegawai yang keras kepala sampai para atasan juga yang kurang memerhatikan para bawahannya yang menyebabkan adanya perselisihan d antara para karyawan.

PEMBAHASAN
A. GAMBARAN UMUM SENGGIGI BEACH HOTEL
Alamat: Jalan Raya Senggigi Lombok
INFORMASI HOTEL:
Berada di salah satu tujuan wisata favorit di Pulau Lombok, Senggigi Beach Hotel adalah salah satu hotel yang tidak hanya menyajikan keindahan yang dimiliki oleh pulau ini dengan pantai yang menawan dan suasanan sunset yang tak akan terlupakan namun resort ini juga menyediakan kamar yang nyaman dan fasilitas yang lengkap.
Dibangun diatas tanah seluas kurang lebih 12 hektar, Senggigi Beach Hotel di kelilingi dengan kebun tropis dan berada di tengah-tengah hamparan pantai berpasir putih Senggigi membuat resort ini terhindar dari hiruk pikuk aktifitas di daerah Senggigi yang menjadi pusat kegiatan wisatawan yang berlibur ke pulau Lombok. Di sekitar resort ini banyak terdapat restaurant, pusat perbelanjaan, pusat hiburan dan tempat-tempat yang menarik untuk bersantai. Dari bandara di Mataram, perjalanan ke resort ini memerlukan waktu sekitar 20 menit berkendara, sedangkan untuk bersantai atau berbelanja, Anda hanya perlu berjalan kaki dari resort ini.
Selain tempat yang strategis,Senggigi Beach Hotel juga menyediakan kamar yang nyaman dan fasilitas yang lengkap dengan pilihan kamar antara lain Garden Room, Beach Bungalows dan Deluxe Bungalow Sea View. Setiap kamar dan bungalow dilengkapi dengan fasilitas antara lain safe deposit boxes, televisi dengan satellite channel, mini bar, lemari es, pembuat teh dan kopi, seterika dan papan seterika, air panas dan dingin, serta balcony. Resort ini mempunyai dua pilihan kamar yaitu kamar yang menghadap kearah taman dan kamar yang menghadap kearah pantai serta pilihan single atau double bed.
Fasilitas yang disediakan di Senggigi Beach Hotel antara lain 3 restaurant yang menyajikan kekayaan kuliner dari pulau Lombok, 2 bar, Islander boutique, pertokoan, telex dan facsimile, layanan pos, took kerajinan dari Tanah liat, drugstore, klinic dan layanan laundry. Sementara itu fasilitas olahraga yang disediakan antara lain 2 lapangan tennis, kolam renang, fasilitas olahraga air, tennis meja, jogging track, volley ball dan badminton.
B. PERUBAHAN DALAM ORGANISASI
Perubahan-perubahan dalam lingkungan dapat berwujud perkembangan teknologi, peerubahan kondisi ekonomi dan politik, perubahan kualitas dan sikap karyawan, semakin pentingnya tanggung jawab social organisasi, dsb. Pengelolaan perubahan secara efektif tidak hanya diperlukan bagi kelangsungan hidup organisasi tetapi juga sebagai tantangan pengembangan.
Kekuatan-kekuatan Penyebab Perubahan
Faktor-faktor ini, yang menimbulkan atau menyebabkan perubahan, berasal baik dari luar maupun dalam organisasi. Berbagai faktor dalam lingkungan eksternal, yang menentukan kemampuan organisasi untuk menarik sumber daya: sumber daya manusia dan bahan baku yang dibutuhkan, atau untuk memproduksidan memasarkan barang-barang atau jasa-jasanya, menjadi salah satu kelompok kekuatan penyebab perubahan. Berbagai faktor dalam lingkungan internal yang mempengaruhi cara organisasi melaksanakan kegiatan-kegiatannya, juga merupakan kelompok kekuatan lainnyayang menyebabkan timbulnya perubahan.
Kekuatan-Kekuatan Eksternal
Perubahan organisasi terjadi karena adanya perubahan-perubahan dalam berbagai variable eksternal, seperti system politi, ekonomi, teknologi, pasar dan nilai-nilai. Beberapa tipe khusus kekuatan eksternal penyebab perubahan dapat dijabarkan berikut: kenaikan biaya dan kelangkaan berbagai sumber daya alam, keamanan karyawan dan peraturan-peraturan anti-polusi, boikot pelanggan, tingkat pendidikan yang lebih tinggi dalam pasar tenaga kerja, tingkat bunga yang tinggi –adalah beberapa contoh faktor-faktor lingkungan yang merubah kehidupan orang baik sebagai karyawan maupun langganan dalam tahun terakhir ini. Berbagai kekuatan eksternal, dari kemajuan teknologi samapi kegiatan-kegiatan persaingan dan perubahan pola kehidupan, dapat menekan organisasi untuk mengubah tujuan, struktur dan metode operasinya.

Kekuatan-Kekuatan Internal
Kekuatan-kekuatan perubahan internal ini merupakan hasil dari faktor-faktor seperti tujuan, strategi, kebijaksanaan manajerial dan teknologi baru, serrta sikap dan prilaku para karyawan. Sebagai contoh, keputusan manajer puncak untuk mengganti tujuan dari pertumbuhan jangka panjang menjadi pencapaian laba jangka pendek akan mempengaruhi berbagai tujuan banyak departemen dan bahkan mungkin memerlukan reorganisasi.
Kekuatan-kekuatan eksternal dan internal penyebab perubahan adalah sering saling berhubungan.
Cara-Cara Penanganan Perubahan
Ada dua pendekatan utama penanganan perubahan organisasi yang dapat digunakan para manajer.
• Pendekatan pertama, yang lebih sederhana dan lebih murah disbanding pendekatan kedua, diperlukan manajer dalam pemecahan masalah sederhana stau kecil dan penyesuaian hari ke hari yang integral dengan jabatannya.contoh, bila saudara manajer sebuah took serba ada dan keluhan-keluhan tentang tenaga penjual tiba-tiba meningkat, saudara mungkin menetapkan program latihan jangka pendek untuk membetulkan kesalahan; bila salah satu penyedia mengalami kebangkrutan, manajer dengan cepat mencari sumber bahan lainnya; bila peraturan pemerintah baru mensyaratkan perusahaan untuk mempunyai perlindungan terhadap kebakaran, manajer mungkin membeli alat-alat pemadam kebakaran.
• Pendekatan kedua, program perubahan yang direncanakan meyangkut kegiatan kegiatan yang disengaja untuk mengubah status quo. Pendekatan ini tepat bila keseluruhan organisasi, atau sebagian besar satuan organisasi, harus menyiapkan diri untuk atau menyesuaikan dengan perubahan.
Peranan Pengantar Perubahan
Pengantar perubahan (change agent) adalah individu yang bertanggung jawab atas peranan kepemimpinan dalam proses pengelolaan perubahan. Individu, kelompok atau organisasi yang merupakan sasaran perubahan disebut system klien.

Penolakan Terhadap Perubahan
Berbagai reaksi khas terhadap perubahan adalah sebagai berikut:
1. Orang mungkin meyangkal bahwa perubahan sedang terjadi.
2. Orang mungkin mengabaikan perubahan.
3. Orang mungkin menolak perubahab.
4. Orang mungkin menerima perubahan dan menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.
5. Orang juga mungkin mengantisipasi perubahan dan merencanakannya.
Ada tiga sumber umum penolakan terhadap perubahan:
1. Ketidakpastian tenteng akibat dan pengaruh perubahan.
2. Ketidaksediaan untuk melepaskan keuntungan-keuntungan yang ada.
3. Pengetahuan akan kelemahan dalam perubahan yang diusulkan.
Penanggulangan Penolakan terhadap perubahan
Kotter dan Schlesinger mengemukakan enam cara penanggulangan penolakan terhadap perubahan:
1. Pendidikan dan komunikasi.
2. Partisipasi dan keterlibatan,
3. Kemudahan dan dukungan,
4. Negosiasi dan persetujuan,
5. Manipulasi dan “bekerja sama”
6. Paksaan eksplisit dan implisit.

PROSES PENGELOLAAN PERUBAHAN
Tahap-tahap Proses Perubahan
1. Tekanan dan desakan,
2. Intervensi dan reorientasi,
3. Diagnosa dan pengenalan masalah,
4. Penemuan dan komitmen pada penyelesaian,
5. Percobaan dan pencarian hasil-hasil,
6. Penguatan dan penerimaan.
Ahli sosiologi Kurt Lewin mengemukakan bahwa perubahan keprilakuan yang efektif akan menyangkut tiga kondisi saling berhubungan yang dialami individu :
1. Unfreezing,
2. Changing,
3. Refreezing.
BERBAGAI PENDEKATAN PERUBAHAN ORGANISASI
Pengubahan orang-orang organisasi mencakup pengubahan :
1. Kebijaksanaan dan prosedur penarikan dan seleksi
2. Kegiatan-kegiatan latihan dan pengembangan,
3. Sistem balas jasa,
4. Ketrampilan-ketrampilan kepemimpinan dan komunikasi manajerial, dan
5. Sikap, kepercayaan, peranan atau karakteristik-karakterisrik karyawan lainnya.
Pendekatan perubahan organisasi :
• Pendekatan struktural
• Pendekatan teknologis
• Pendekatan orang

PERUBAHAN DALAM PERUSAHAAN
SENGGIGI BEACH LOMBOK

Menurut perusahaan Senggigi Beach Lombok perubahan perusahaan itu adalah perubahan yang terjadi mau tidak mau karena berbagai faktor, seperti income, tourist, kualitas pegawai, alam dan banyak lagi faktor-faktor di luar dari yang di perhitungkan. Hotel ini pernah mengalami perubahan dalam struktur organisasi yaitu pada saat diadakannya pensiun dini guna meningkatkan kinerja perusahaan, dimana pegawai-pegawai yang sudah tidak produktif diberikan kesempatan untuk pensiun dengan kompensasi yang cukup besar sesuai kebijakan perusahaan. Dan akan digantikan dengan pegawai baru usia produktif yang lebih kompetitif dan diharapkan dapat meningkatkan kinerja perusahaan , jika kinerja perusahaan dalam satu periode tertentu tidak mengalami kenaikan pendapatan. Maka GM (general manager) akan diganti dengan persetujuan dari perusahaan pusat yaitu Aerowisata Garuda Indonesia.
Adapun yang berperan dalam terjadinya perubahan perusahaan yaitu semua partisipan memiliki peranan dalam perubahan perusahaan baik dari faktor internal maupun faktor eksternal. Cara menentukan kriteria seorang JM di hotel ini adalah dengan manajemen yang memutuskan dengan persetujuan owner dalam hal ini aerowisata yg di kelola Garuda indonesia. Kendala yang dihadapi dalam perubahan perusahan di hotel ini banyak sekali, Mulai dari para pegawai yang keras kepala sampai para atasan juga yg kurang memperhatikan para bawahannya yang menyebabkan adanya perselisihan di antara para karyawan.

KESIMPULAN
Perubahan lingkungan organisasi merupakan suatu keadaan dimana perusahaan melakukan upaya-upaya agar dapat mengembangkan perusahaan ataupun berupaya untuk mencegah perusahaan agar tidak mengalami kegagalan. Perubahan organisasi ini paling banyak di akibatkan oleh lingkungan eksternal perusahaan yang memaksa perusahaan tersebut menyesuaikan dengan kondisi eksternal. Namun, tidak jarang juga perubahan lingkungan organisasi terjadi karena faktor-faktor internal perusahaan. Perubahan lingkungan organisasi dapat menyebankan dua kondisi perusahaan setelah perubahan tersebut, kondisi pertama ketika perusahaan mampu menjadi lebih baik setelah perubahan organisasi maka kondisi ini persahaan berhasil. Namun, dalam keadaan yang sebaliknya dimana perusahaan makin terpuruk setelah terjadi perubahan, maka kondisi ini menggambarkan bahwa perusahaan tersebut gagal dalam melakukan perubahan.

Tentang Handia Fahrurrozi

Bebas namun beraturan, kegagalan adalah keberhasilan yang tidak diperjuangkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s